Phone: (0351) 452970

Email: sekretariat@pnm.ac.id

Kalender Akademik

Kemitraan Penelitian Dosen Prodi Perkeretaapian Politeknik Negeri Madiun Tahun 2019 di bidang Kewirausahaan


Dengan adanya program ini dosen program studi (prodi) D-IV Perkeretaapian juga ikut berpartisipasi, diantaranya : Mohammad Erik Echsony, S.ST.,M.T, dan Wahyu Pribadi, S.ST., M.T,. Inovasi yang diajukan sebagai Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi adalah sebuah alat penepung dengan metode kering untuk pengolahan limbah cangkang rajungan menjadi produk bermanfaat dan bernilai jual. Paket inovasi teknologi ini berupa alat penepung dengan metode kering yaitu sebelum cangkang rajungan dijadikan dalam bentuk tepung, cangkang tersebut dikeringkan dalam alat pengering yang terintegrasi dengan mesin penggiling.

Sebagaimana diketahui bahwa nelayan tradisional dalam proses penangkapan rajungan hanya berorientasi pada daging rajungan yang akan dijual kepada eksportir. Hal tersebut menimbulkan adanya limbah hasil produksi yang tidak diolah dan menimbulkan permasalahan baru di lingkungan. Sehingga perlu diatasi agar dapat meminimalisir polusi dari limbah yang dihasilkan serta meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang diperoleh dari hasil pengolahan limbah menjadi bahan bernilai jual.

 

Proses pembuatan alat penepung dengan metode kering

 Alasan mengikuti program CPPBTdikarenakan mereka menilai bahwa melalui program iniakan dapat muncul produk baru siap jual yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat terutama nelayan tradisional di pesisir pantai paciran lamongan. Dengan adanya alat ini, nelayan terbantu dalam segi ekonomi yaitu memperoleh penghasilan tambahan dari hasil pengolahan limbah cangkang dan menjaga kelestarian alam dengan mengurangi polusi udara akibat bau tidak sedap dari cangkang dan penumpukan sampah di bibir pantai.

 

Hasil final alat penepung dengan metode kering

 Produk ini diharapkan mampu memberikan solusi kepada masyarakat wilayah pesisir agar dapat mengolah limbah cangkang rajungan secara cepat, tepat dan bernilai jual sehingga dapat mengatasi permasalahan lingkungan akibat limbah serta meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat yang menunjang kemajuan daerah. (RLM’18)